Tag Obat Pe-de Jualan: Tutorial

Kepingin menemukan disiplin ilmu baru: Impactful Craft.

Apa itu? Kerajinan tangan yang fungsional. Yang nggak cuma soal menyalurkan hobi atau buat pajangan. Dan satu lagi: bisa ikut urun memecahkan masalah sampah. Nggak tahu kenapa nyaris terobsesi dengan ini. Seperti aku sendiri nggak paham kenapa piring makanku bersih tandas hingga butir nasi terakhir, remah makanan yang kutemu di meja atau lantai kumasukkan mulut, kadang air mineral di botol atau gelas sisa orang kuminum padahal nggak lagi mau mati kehausan di gurun …

Jadi kuputuskan untuk memulai kategori baru: Kerajinan Sampah. Untuk merekam semua yang sudah kulakukan dengan koleksi sampahku sejak 2 tahunan lalu. Juga mengumpulkan ide-ide kerajinan brilian yang kutemu di Pinterest, Facebook dan Instagram di satu tempat. Bisa jadi resource-nya ibu-ibu yang nggak punya anggaran buat beli-beli bahan kerajinan. Napasku mau putus lihat harga-harganya.

Prakaryaku yang sejauh ini bisa dibilang impactful adalah:

image

Fungsi

Obat pe-de jualan barang bekas. Dirunut sampai tujuh turunan ke atas, di keluarga besarku nggak ada yang njuali barang-barang bekasnya. Garage sale ‘tu nggak umum di kalangan PNS dan pribumi. Belum lagi aku paling takut dikomplain. Nah, tag ini yang bikin barang bekasku kelihatan presentable, layak jual meski tanpa kemasan plastik. Ini barang kecil-sepele yang bisa-gampang kita bikin sendiri tapi ngangkat jualan.

Sampah Yang Jadi Bahan

image

  1. Kertas tebal tapi pastikan bisa digunting (kupakai kertas kardus jajan/nasi kotakan yang putih polos).
  2. Pita dan kembang (kupretheli dari hiasan parcel Lebaran)
  3. Tali yang agak tebal (yang ini benang beli di toko bahan bangunan; gulungan kecil @Rp6.500, gulungan besar @Rp12.000)
  4. Kertas cantik (kupakai sisa wallpaper buatan Cina yang jelas-jelas nggak bisa dipakai buat ngelapisi tembok, terlalu tipis, lemnya letoy; beli di toko Instagram, Rp130.000 dapat dua rol termasuk ongkir)

Pagi tadi produk iron-on yang kudapat dari budhe Malaysiaku 6 tahun lalu akhirnya ku-iron-on-kan di topi Rafi. Kemasan plastik dan kertasnya nggak kubuang. Bisa buat tag.

Tip & Trik

  • Supaya hasilnya relatif seragam tanpa ngukur, pakai cara blat.
  • Tag yang kubuat ini pakai penggaris 30 cm. Ku-blat badan penggaris di atas kertas dengan pensil sampai beberapa kolom, lantas kugaris-garisi melintang dengan jarak setelunjuk, baru kugunting.
  • Dengan ukuranku tadi hasilnya pas buat barang-barang kecil seperti baju yang digulung, mug atau novel.
  • Makin besar barang, tag-nya juga harus makin besar supaya bagus.
  • Di mataku malah lebih bagus kalau kertas cantiknya nggak melapisi seluruh tag. Kubiarkan sekitar 1 cm bagian atas dan bawahnya telanjang.
  • Sebelum di lem, coba posisikan hiasannya agak menyamping ke arah sudut atas atau di tengah. Cari yang paling sedap dipandang.

Ide & Catatan Pengaya

Menurutku tag yang bertekstur jauh lebih manis dibanding tag hasil cetakan. Nggak sulit untuk dapat tekstur. Tumpuk, tempel dan kombinasikan berbagai jenis bahan scrap seperti sisa-sisa kertas, kain, tali, kancing, pita, renda; sungguh, kemungkinannya nggak terbatas. Coba lihat tag-tag yang kudapat dari Pinterest ini.

image

Teksturnya dapat dari kain yang agak kasar, renda dan pita yang ditempel tumpuk. Untuk bikin yang seperti ini aku nggak perlu beli. Aku punya sekotak besar pita-pita sisa hasil mretheli parcel dan suvenir mantenan. Kain dan rendanya bisa ambil dari selendang dan kebaya almarhum ibuku.

image

Ini jualannya salah satu toko di Etsy. Hasilnya identik gini karena dipotong dengan mesin, bukan dengan gunting. Kain perca sama kertasnya juga digunting dengan gunting berulir. Mungkin di Gramedia ada dijual. Tapi aku yakin meski guntingan tangan –gunting biasa pula, ditempel dengan selotip bolak-balik –nggak dijahit seperti ini, jadinya tetap bagus. Karena ada teksturnya. Kertas bertulis ‘To-From’ itu gampang kok bikinnya. Modal kertas HVS, komputer dan printer rumahan. Ganti dengan tulisan brand kita. Kalau tag-nya seperti ini yang beli pasti eman mbuang. Bisa dia jadikan pembatas buku.

image

Jatuh hati lihat yang satu ini. Betul-betul memanfaatkan kain sisa yang sepertinya sudah nggak bisa diapa-apakan lagi saking kecilnya. Bisa diganti serpihan pita. Sayangnya harus dijahit. Ditempel dengan selotip bolak-balik atau lem menurutku jadinya agak wagu, maksa. Mungkin jahitannya itu bisa diganti washitape tapi yang ukuran kecil. Kalau ada yang coba tolong aku dikasih tahu.

image

Cara lain dapat tekstur: tagnya dibuat dobel, bedakan jenis kertasnya, kontraskan atau serasikan warnanya, pastikan yang satu lebih kecil ukurannya, kasih gandulan. Gandulan metalnya bisa diganti manik. Aku punya sekotak sepatu gandulan dan manik; hasil mretheli bros/gelang/kalung/anting/tasbih rusak. Jangan buang aksesoris rusak.

image

Pada prinsipnya, semua yang terikat benang dan dikasih tag tampilannya jadi sangat manis. Di Instagram aku lihat salah satu toko Etsy yang jual mawar kertas dari kertas peta, music sheet dan lembaran novel. Dia jual satu tangkai kelopak besar, dimasukkan botol, lantas leher botol dikalungi tag dari kertas karton yang dilapisi kertas yang sama dengan bahan si mawar. Dia jual >£10 dan bikin aku kepingin beli!

Kumpulkan barang-barang nggak terpakai di sepenjuru rumah. Kalau jumlahnya dah cukup banyak, jual di Instagram atau Shopee. Jual murah aja. Wajah jangan dihadapkan ke uang yang kita dapat per itemnya. Sepatu beli 200 ribu ditawar 25 ribu bisa bikin sakit hati. Pikirkan total uang yang bisa kita dapat dari sekardus besar barang nganggur yang cuma nyesak-nyesakkan rumah kalau kita gandholi. Kujual 5-10 ribuan, paling mahal 25 ribu, aku bisa dapat total 500 ribu dari yang payu. Yang nggak payu kukasihkan Mbak Dama atau kujadikan bonusan. Tag ini yang membantuku ngumpulkan uang segitu.

Atau yang suka kerajinan, investasikan waktu dan tenaga untuk bikin satu produk signature seperti mawar kertas tadi. Aku dah lihat berbagai macam produk kerajinan tangan ibu-ibu rumah tangga Amerika Utara dan Inggris yang sebagian besarnya bikin aku takjub, “Ada ya yang mau beli…”

Ini yang bisa kusimpulkan:

Dengan kemasan manis, s-e-m-u-a bisa dijual.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s