Hiburan Rumahan Martha Stewart

Selamat datang di Bagian 3 Seri Ngirit Yang Jadinya Keren.

Masih gadis dulu aku enteng nraktir teman dan murid. Sejak ngajar, kalau ulang tahun hampir selalu beli kue ultah buat dimakan rame-rame dengan murid. Pernah juga beli Nasi Bebek dan pizza buat dimakan rame-rame dengan teman kerja di kursusan. Nraktir makan di Hokben pernah, Pizza Hut pernah, McD pernah, kafe dekat rumah pernah. Yang kelas warung nggak terhitung.

Waktu masih aktif di Toastmaster, tiap habis club meeting mesti jalan-jalan dulu rame-rame. Mal digilir. Yang paling sering Tunjungan Plaza. Kadang di restoran yang tempatnya asyik. Kalau ini bayar sendiri-sendiri.

Awal menikah sering jalan berdua sepeda motoran dengan suami terus ditutup dengan acara makan di luar. Lebih sering di kelas warung daripada mal.

Dua tahunan ini, meski frekwensinya sudah sangat kendor, sekali-dua dalam sebulan masih jalan-jalan dan njajan (kadang makan) untuk menyenangkan ponakan. Kemarin malam putar-putar kota Surabaya terus makan Nasi Bebek bertiga di Taman Bungkul. Habis 80 ribu. Susah lupanya. Itu separuh uang belanja yang kukasihkan Mbak Tin buat makan seminggu.

Aku cinta rumah dan masakan rumah. Jalan-jalan, makan di luar dan traktiran jadinya paradox. Itu kalau kita lihat dari cinta rumahku. Karena aku punya kecintaan lain: gemar menyenangkan teman dan keluarga. Azka senang sekali makan Nasi Bebek di Taman Bungkul semalam. Suamiku senang bisa jalan-jalan dengan istrinya (yang harus dipecut untuk mau keluar rumah sejak tak lagi ngajar). Aku senang lihat mereka senang. Terutama lihat senangnya ponakan yang sebentar lagi nggak akan segampang ini dibuat senang.

[Kalau pakai kata senang sekali lagi dapat kulkas]

Situs Martha Stewart memberiku harapan untuk tetap bisa mempertahankan kegemaranku menghibur teman dan keluarga dengan biaya yang jauh lebih rendah. Ide-ide entertaining-nya berpusat di rumah. Mengandalkan masak sendiri. Persiapan selain makanan dan minuman juga pakai tangan sendiri. Undangannya, dekornya, penataan mejanya, suvenirnya, semuanya.

Itu satu.

Duanya: ide-ide entertaining Martha Stewart disiapkan sampai detil-detil kecilnya dan siap praktek. Kita nggak perlu mikir. Menunya disiapkan dengan resepnya. Dekornya disiapkan dengan cara bikinnya. Bahkan playlist lagu untuk memeriahkan suasana sudah ada.

Mengingat ketrampilan masakku yang ada di titik 3¼ itu, nggak mungkin aja mempraktekkan idenya mentah-mentah. Kalau toh aku bisa sukses praktek resep-resepnya, meski tampilan di fotonya sangat menggoda, belum tentu juga bisa diterima lidah teman dan keluargaku yang asli Indonesia semua. Satu keturunan Madura. Niatku adalah niru ide besarnya.

Dua ide hiburan rumahan unggulanku:

PiZZA PArtY

pizza dinner party
Salah satu inspirasiku untuk usaha rumah liburan di Pacet. Teras samping bisa dibuat seperti ini. Masalahnya di Pacet nggak ada Pizza Hut. Pizza Hut Delivery Mojokerto mau nggak ya ambil order dari Pacet?

Unggul karena anak-anak, remaja dan orang dewasa suka pizza. Bisa buat ngundang teman-teman lama ke rumah. Sampai umur 30-an, aku dan teman-temanku masih melihat Pizza Hut sebagai tempat kumpul-kumpul yang menyenangkan. Setelah bawa anak-anak sendiri-sendiri pun Pizza Hut tetap menyenangkan. Masih belum tahu karena pizzanya atau tempatnya. Tapi lihat doyannya ponakan-ponakanku makan pizza yang diantar ke rumah, mari berasumsi: pizzanya.

pizza party food
Asal nggak gampang nyerah (karena 17-34 percobaan pertama jadinya nggak akan seperti di foto) mestinya aku bisa bikin pizza sendiri.

Lihat foto-foto cara bikin dan baca resepnya aja aku yakin butuh 100 tahun untuk bisa bikin pizza-ku sendiri. Jadi untuk 100 tahun ini terpaksa minta tolong Pizza Hut dulu. Coca-Cola beli di Bentar, swalayan depan perumahan langgananku. Ide Martha Stewart-nya adalah pizza dan sodanya ditata manis ala bufet, lengkap dengan piring-piring kecilnya. Biar ambil sendiri-sendiri. Sedotannya kasih bendera. Hias mejanya dengan garland.

pizza party garland
Garland pizza-nya bisa bikin dari koleksi kertas bekas di Bank Kertasku.

Supaya lebih dekat dengan Pizza Hut, boleh ditambah Salad Buah. Bikinnya sepertinya gampang. Buah dipotong-potong gitu aja. Dressing-nya dengan Mayonnaise thok sepertinya sudah sangat menjanjikan.

MoviE NigHt

Ponakanku yang paling kecil selalu sangu VCD tiap kali nyambangi budhenya. Suamiku juga senang nonton film. Selama ini nonton ya dibuat nonton aja. Nggak kepikiran untuk dijadikan acara yang disiapkan khusus.

Iya ya, kenapa nggak?

Bikin layar dari sprei putih di halaman belakang, terus nyewa proyektor mungkin terlalu berlebihan tapi sepertinya sangat mengasyikkan buat kumpul-kumpul dengan keluarga dan saudara.

John-Lewis-Bilbao-lounging-set-easy-living-12jun13_pr_b
Ini sumpah asyik. Jalan-jalan di mal dan makan di resto cepat saji: lewat.

Menurut Martha Stewart, nonton bareng di tivi rumah pun bisa dibuat asyik. Penuhi aja dua syarat ini:

  1. Camilannya bikin ketagihan
  2. Minumannya pas dengan camilannya
  3. [Ini tambahanku sendiri: Filmnya bagus!]

Di kepalaku yang terlintas cuma mie instant pedes-pedes, Teh Panas sama Nagabonar…

Coba kita lihat yang terlintas di kepala Martha Stewart dan para editornya.

movie night 7

Klasik buat orang Barat. Berondong Jagung dan Es Teh. Bisa bikin sendiri tapi sepertinya suami dan ponakanku nggak doyan Berondong Jagung.

movie night 8

Mungkin bisa lebih menggugah selera kalau tampilannya seperti ini. Seasoning-nya rupa-rupa. Bisa milih sendiri-sendiri. Ada nggak ya Berondong Jagung rasa Balado?

movie night 6

Nggak tahu lah apa ini. Yang jelas kelihatan enak dan sehat. Mungkin semacam Pastel Tutup.

movie night 2

Pie dan Susu. Aku punya resep Pie Susu! Diajari Yaya. Bikinnya (sepertinya) gampang tapi rasa dan tampilannya istimewa. Sudah niat begitu praktek–suatu hari nanti–resepnya akan kubagi di blog.

movie night 9

Minumannya dibuat dari buah Pomagranate. Nggak tahu itu buah apa pokoknya bukan buah lokal. Camilannya juga nggak kenal. Bisa diganti Stik Bawang favoritku dan Es Tomat favorit suami.

movie night 3

Di kepalaku ini Nugget dan cocolan saus sambel. Bisa juga diganti Tahu Crispy. Anak-anak pasti suka. Apalagi kalau makannya dengan tusuk lucu gitu.

Yang terakhir ini gampang. Beli aja biskuit favorit semua orang, dicampur jadi satu. Beli es krim yang kemasannya kotakan itu tapi disajikan di cone. Nggak bisa nemu orang jual cone? Sajikan di gelas atau mangkok kecil. Sim sala bim!

Baru mbayangkan aja aku dah senang. Pizza Party dan Movie Night ini harus kucoba!

Yak, dapat kulkas.

Advertisements

11 thoughts on “Hiburan Rumahan Martha Stewart

  1. mantap miiss…
    ngileer duluan.

    ini kelebihan kalau punya rumah halaman luas.
    ada ide kalau rumah minimalis, miiss…?

    *nyewa lapangan terdekat kali yaa….?

    1. Itu sih ‘Hiburan Kelurahan’, Len, bukan hiburan rumahan lagi.

      Di Toastmaster, tembok sering dijadikan layar proyektor.

      Hmmm…, proyektor sepertinya investasi bagus buat usaha rumah liburan..

  2. Bagus banget Miss Rinda berencana niru idenya Martha Stewart.

    Kalau aq mah pengennya maen aja ke rumah Martha Stewart, wkwkwkwk….

    Ntar kalo aq pulkam ke sidoarjo bikinin kaya’ gitu ya Miss 😀

    1. In sya Allah paling telat September ini aku pindah ke Pacet, Tania, ke rumah tinggalan orang tua. Merintis usaha untuk sandaran hari tua. Kalau kamu mau ke Pacet, kubuatkan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s