Planner Gratis The Handmade Home

Gimana ya, banyak percobaan ngirit yang jatuhnya kalau nggak murahan ya pelit. Post ini adalah bagian pertama dari 7 bagian Seri Ngirit Yang Jadinya Keren: segala yang gratis-bermutu dari internet yang bisa dikumpulkan mantan guru Bahasa Inggris sejak berhenti kerja hampir 2 tahun lalu.

The Handmade Home adalah blog favoritku karena nilai-nilai yang dipromosikannya. Salah satunya: jangan menunggu untuk punya rumah impian; nunggu uangnya ada, nunggu bisa beli tanah luas, nunggu bisa bangun rumah sendiri. Pesan inti blog ini: wujudkan rumah idaman kita di rumah yang kita tinggali sekarang dengan kerja tangan.

The Handmade Home.

image
Ini hasil ngecat sendiri (Foto dari Better Homes & Gardens)

Untuk standar Indonesia, rumah yang ditinggali Jamin, Ashley dan 3 anaknya mungkin setara rumah tipe 45 perumahan menengah di pinggiran kota. Saking standar dan biasanya sampai bikin pasangan ini geregetan, memutuskan untuk turun tangan sendiri. Yang tadinya cuma niat ngecat ulang satu rumah merembet jadi ngecat perabotan, bikin pernak-pernik rumah sendiri, merenovasi teras belakang dan membangun rumah mainan untuk anak-anak di halaman belakang.

image
Aku juga mau main disini (Foto dari Better Homes & Gardens)

Nggak berhenti disitu.

Yang mulainya sebagai blog akhirnya berkembang jadi usaha rumahan.

Ashley adalah seorang desainer grafis. (Mungkin aku salah tapi sepertinya dia berhenti kerja untuk ngasuh anak-anaknya yang masih kecil-kecil.) Setelah blogging sambil jualan jasa desain via blognya, dia dan suaminya bikin studio yang memproduksi pernak-pernik rumah, tee-shirt dan tekstil. Semuanya mereka sendiri yang desain. Bintang iklannya anak-anak, mereka sendiri dan 2 ekor anjing peliharaan. Semua yang mereka jual di-staging di rumah mereka. Foto-fotonya mereka ambil sendiri. Pengiriman barang yang terjual ya mereka handle sendiri. 3 anaknya di-homeschooling-kan. Kalau bukan kerja tim tingkat tinggi antara suami-istri, nggak akan mungkin bisa.

Salut.

image
Kamar dua anak laki (Foto dari Better Homes & Gardens)

Tapi lebih salut ke gaya jualan mereka.

Hampir semua blog populer Barat punya program hadiah (giveaway) dan gratisan (freebies). Yang gratisan ini pada umumnya berupa printable: barang-barang kertas yang kita print sendiri. Biasanya gift tag, kartu ucapan, word-art, kalender, cupcake topper dan barang-barang kertas kecil lain untuk keperluan pesta. Karena The Handmade Home adalah kendaraan usaha, freebie-nya juga lebih serius: buku agenda. Orang Amerika menyebutnya planner.

image
Ruang main untuk anak perempuan (Foto dari Better Homes & Gardens)

Memang kita harus modal binder, kertas dan nge-print sendiri, tapi silahkan dihitung, jatuhnya tetap lebih murah dibanding beli baru di toko buku seperti Gramedia. Bisa nge-print sebanyak yang kita mau; tahun depan binder-nya bisa dipakai lagi; bisa nge-print lagi. Ashley meng-update plannernya setiap tahun.

image
Itu kulkasnya sepertinya dicat hitam dengan chalky paint (Foto dari Better Homes & Gardens)

Ini bedanya kapitalisme di negara dunia pertama dengan kapitalisme di negara dunia ketiga. Pembeli iPhone di Indonesia nggak diajari bikin akun Apple sendiri sama toko; malah disuruh beli kartu member yang harus diperbaharui tiap tahun dengan ongkos 150 ribu. Jadi kalau WhatsApp nge-blocked, minta kita mengkonfirmasi nomor telepon, harus setor 150 ribu dulu ke toko, karena password akun apple yang dibekalkan toko waktu kita beli ‘dah diganti.

Usaha cari uang yang aku yakin nggak dipraktekkan sama Apple atau WhatsApp.

image
Baru tahu kalau dominasi biru muda jadinya bisa bagus gini buat rumah dan isinya. Prinsip Jamin & Ashley: “Go down with the brown.” (Foto dari Better Homes & Gardens)

Ashley pun pesan: kita boleh nge-print planner-nya sebanyak yang kita mau, tapi tolong jangan dijual.

Harus kuingatkan bahwa untuk men-download semua lembaran agenda (cover, budget, menu plan, to-do list, weekly review, calendar, divider, year at a glance, contact numbers dengan motif yang beda-beda) kita harus mampir ke situs mereka lebih dari sekali. Sepertinya waktu kita di situs mereka di-timer kalau kita nggak beli apa-apa.

Punyaku belum ku-print. Aku punya 2 binder nganggur jadi niatku nge-print 2 copy. Satu untukku sendiri, satu untuk siapapun yang mau mengambilnya ke rumah atau menanggung ongkos kirimnya. Yang berminat, tuliskan alamat e-mail di comment supaya aku bisa ngasih dan minta alamat.

planner
Kusiapkan dua copy planner seperti di foto ini, di kertas A4, yang di foto ini kertas A5. (Foto dari The Handmade Home via Google)

Kapan ya blogku ini bisa sekeren The Handmade Home. Bisa ngasih barang gratisan bermutu …

-Rinda-

Advertisements

7 thoughts on “Planner Gratis The Handmade Home

    1. Alhamdulillah, akhirnya ada yang nge-respon!

      Sip, satu planner The Handmade Home buat Mbak Inoktavia di Petualang.

      Kasih aku waktu ya, Mbak, buat menghias binder dengan kertas-kertas sisa dari Koleksi Sampahku. Ini salah satu project Koleksi Sampahku 🙂 Kalau dah siap kukabari..

      1. Wah ternyata buat saya sendiri, padahal sudah daku share di blog GA_ODOPfor99days. Maaf ya teman-teman . Terimakasih mbak Rinda, dari dirimu diriku terinspirasi untuk mengatur rumahku yang super acak adul, semoga kita bisa berteman dan saling diskusi.

    1. Aku nyiapkan 2 copy. Jadi kamu bisa ambil satu.

      Yang di foto ini di kertas A5. Aku cari-cari binder A5 yang bolongannya 2-3, nggak nemu. Jadi kupakai binder untuk kertas A4.

      Tunggu ya. Yang buat Petualang juga belum kukirim..

    1. Aduh, Meyrissa, yang kujanjikan buat Lendy dan Cinta Petualang sampai sekarang belum kukirim. Jurnalnya kan hasil nge-print jadi harus kulubangi sendiri untuk dimasukkan dalam planner. Cari planner ukuran A4 yang 2-ring nggak nemu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s