11 Ide Kado Tanpa Bungkus

Favoritku.

Karena 3½ alasan.

  1. Hampir nggak ada yang terbuang
  2. Menuntut kita untuk fokus di manfaat
  3. Memakai barang sehari-hari

3½. Dengan barang bekas pun bisa!

Konsep gift basket nggak lazim di Indonesia. Itu malah credit point buatku. Memastikan pemberian kita menculek-culek mata. Solusi ketika pusing harus ngasih apa ke orang yang posisinya di atas kita, orang yang sudah punya segalanya, saat dana kita mepet atau saat kita ingin ngasih barang bekas atau barang tak terpakai tanpa membuat si penerima merasa direndahkan. Nggak percaya? Baca terus.

Konsepnya sederhana. Gift basket adalah pemberian berupa kumpulan barang yang ditaruh di keranjang. Bukan cuma satu barang seperti kado; nggak perlu dibungkus juga. Nggak harus keranjang. Apa aja bisa selama bukan tas kresek dan isinya lebih dari satu. Nah, ngumpulkan barang-barangnya ini yang butuh kerja otak.

Ada beberapa teknik. Yang paling gampang: TEKNIK WARNA. Kumpulkan barang-barang yang warnanya atau kemasannya adalah warna favorit si penerima. Kalau orang Amerika bilang, My heart goes pitty pat tiap kali lihat segala sesuatu yang warnanya putih atau coklat. Mulai dari baju, perabotan, mobil, makanan, sepatu, sampul buku, bros, karung sampai barang tetek-bengek. Ponakanku merah. Andai aku dan ponakanku itu Samson, dan yang bikin keperkasaan kami luntur itu warna, maka warna peng-apes-anku adalah putih/coklat, ponakanku merah.

image

Teknik yang juga masih terbilang gampang adalah TEKNIK KEBUTUHAN KECIL. Mau kelas atas, kelas tengah atau kelas bawah, kalau kancing bajunya lepas ya dijahit. Setiap rumah-tangga butuh peralatan jahit seperti benang, jarum, gunting dan kancing ekstra.

image

Sama juga, mau jendral atau ibu rumah tangga, butuh nggunting kuku. Biar bisa dipakai satu rumah, selain pemotong kuku, tambah dengan amplas kuku, gunting kecil (untuk merapikan kumis), alat cukur, silet, pinset, cotton buds (di foto peralatan manicure dan pedicure, lengkap dengan cat kuku).

image

Aku punya sepupu yang gampang sekali masuk angin. Minyak kayu putih botolan, minyak kayu putih roll-on, balsem lengkap dengan koinnya buat kerok’an, koyo cabe, jamu masuk angin sachetan, paracetamol yang dimasukkan dompet kecil terus dikasih tag ‘Tombo Masuk Angin’ akan jadi gift pouch yang pas buat dia; bisa dimasukkan tas, dibawa kemana-mana. Kunci teknik ini adalah menemukan kebutuhan yang sifatnya universal atau individual.

TEKNIK KEBUTUHAN BESAR sama aja dengan yang kecil. Bedanya cuma lebih makan biaya karena barang-barangnya lebih besar dibanding yang sudah kusebutkan. Kebutuhan bayi misalnya. Mulai dari baju, popok, produk perawatan, mainan, susu; panjang daftarnya. Nggak perlu ngasih semuanya. Pilih aja satu, misalnya kebutuhan mandinya. Isi keranjang dengan handuk, sabun, shampoo, bedak, minyak tawon, minyak telon, washlap. Menurutku ini ide yang lebih bermanfaat daripada beli baju/peralatan makan/perlengkapan mandi yang sama toko dijual paketan itu. Atau kebutuhan yang ditimbulkan oleh buang airnya yang nggak habis-habis. Aku bicara soal popok kain, popok kertas, perlak, kain alas perlak, salep ruam popok, deterjen, tissue basah.

image

Mau nyambangi teman atau saudara yang pindahan mungkin. Kasih keranjang yang isinya produk pembersih lengkap. Mulai dari obat pel, pembersih keramik, pembersih kaca, pengharum ruangan. Ingin yang sedikit lebih istimewa? Isi keranjang dengan lilin wangi, kompor aromatherapy, essence aromanya, lilin pembakarnya, korek/alat pemantik api sekalian.

image

Teknik yang paling sulit adalah TEKNIK AKTIVITAS. Sewaktu aku bilang gift basket bisa jadi solusi saat harus ngasih sesuatu ke seseorang yang posisinya di atas kita atau seseorang yang punya segalanya di awal tadi, yang kumaksud ya gift basket yang dirancang dengan teknik ini. Pikirkan sebuah aktifitas yang biasa dilakukan si penerima atau yang akan dilakukannya. Cari informasi yang dalam tentangnya demi bisa merancang sesuatu yang uniquely dia.

image

Contoh: teman-teman dekatku tahu aku mandi (cukup) sehari sekali. Cari tahu merk toiletries favoritku. Tambah handuk, shower pufflulur, body scrub, body lotion dan body mist atau bebek kuning plastik mainannya anak-anak itu. Buatkan kartu dengan tulisan ‘Ketika Mandi Sekali Sehari Tidak Lagi Cukup‘ atau ‘Mandi Cantik‘.

Contoh lain: kalau dia seseorang yang sadar make-up, buatkan gift basketBeauty Emergency‘. Aku nggak paham kosmetik. Yang terlintas di kepalaku lip balm, tissue wajah untuk nyerap minyak dan produk-produk kosmetik yang bisa membuat wajah jadi segar dalam hitungan menit. Aku pernah tahu produk yang bisa buat lipstick, perona pipi dan eye-shadow sekaligus. Ibaratnya si cewek ini bisa masuk toilet di mall, dandan 5 menit di dalam, keluar-keluar wajahnya dah segar lagi, berbekal hadiah dari kita itu.

image

Contoh lain lagi: dianya seseorang yang nggak pandai masak. Buatkan gift basket yang isinya bahan dan alat yang dibutuhkan untuk mengolah satu resep anti-gagal. Print-kan resepnya sekalian. Yang manten baru, buatkan gift basket bumbu dapur komplit. Mulai dari garam, gula, merica, ketumbar, kemiri, jinten, kecap, rupa-rupa saos, serbuk cabe; pikir sendiri lah. Carikan wadah-wadah kecil yang lucu-lucu. Print-kan kumpulan tip dapur seperti cara ngupas bawang nggak pakai nangis misalnya.

image

Kemungkinannya nggak terbatas. Yang pasti kita harus mikir. Barang bekas pun kalau dipresentasikan sebagai gift basket, luntur hawa bekasnya. Untuk membantu visualisasi, silakan lihat foto di bawah.

image

Syaratnya:

  • Kasih lebih dari satu barang
  • Kalau barang bekasnya cuma satu atau sedikit, pertimbangkan untuk nambah isi keranjang dengan barang-barang baru
  • Kumpulkan berdasarkan satu warna/satu kebutuhan/satu aktifitas per keranjang.
  • Jangan semua barang yang nggak ada kaitan atau benang merahnya kita campur jadi satu.
  • Pastikan keranjangnya dalam kondisi bagus supaya dipakai lagi sama yang terima.
  • Kalau perlu beli wadah baru (jangan tas kresek atau tanpa wadah, dijinjing satu-satu dengan tangan).

Kalau syarat-syarat ini nggak dipenuhi, kesannya kita ingin menyingkirkan barang-barang itu dari rumah kita, bukan menghadiahi si penerima. Ada orang-orang yang anti barang bekas meski hidupnya kekurangan. Gift basket mengijinkan kita memberikan barang-barang nggak baru ke orang yang menurut kita bisa memanfaatkannya tanpa mengaktifkan alarm harga dirinya. Kalau mau 100% aman ya tanya dulu ke dia, mau apa nggak. Kalau dia mau, meski dia nggak keberatan kita serahkan dalam wadah tas kresek sekalipun, ambillah sedikit upaya untuk mengemasnya dalam gift basket. Untuk menunjukkan penghargaan kita ke barang-barang itu dan orang yang menerimanya.

image

Minggu depan akan ku-publish post hasil kerjaku membuat kado, suvenir dan gift basket bermodal inspirasi dari Pinterest, barang-barang bekas & murah yang kujual di tokoku dan Koleksi Sampahku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s