9 Ide Wadah Suvenir Nggak Biasa

Hidup di budaya yang mengibar-ngibarkan nilai prestige bak bendera perang sungguh repot dan nggak penting. Harga diri ditaruh di tas berkatan atau suvenir yang dibagi-bagi pas hajatan. Tapi itulah orang-orang kita. Daripada merutuki saudara setanah-air, mending cari cara ngesankan orang-orang ini tanpa buang-buang uang.

Kalau di bagian#1 aku ngumpulkan ide bungkus kado yang bisa ‘ngangkat’ isinya, sekarang yang kukumpulkan adalah buah tangan yang harus kita siapkan dalam jumlah banyak.

Langsung saja.

OLEH-OLEH

Tahun 2011 aku dan suami nyambangi pakdhe dan keluarganya di Kuala Lumpur. Dana oleh-oleh nggak ada. Untung dikasih uang sama pakdhe. Itu yang kubelikan oleh-oleh. Kucari barang kecil seperti:

  1. permen coklat
  2. biskuit
  3. gantungan kunci

Kucari di Giant dekat rumah pakdhe biar dapat banyak. Supaya nggak kelihatan murahan kuimbangi dengan barang agak besar seperti:

  1. barang-barang 10 ribuan seperti jaket kotak tissue, kompor aroma terapi dan aksesoris
  2. barang favorit yaitu Pringles yang ternyata jauh lebih murah disana daripada di Indomaret
  3. kaos yang ada tulisan ‘Malaysia’-nya
  4. suvenir khas Malaysia seperti replika Petronas Tower

Kewajibanku gugur, semua kebagian dan pada umumnya senang nerimanya. Sayang waktu itu belum kenal Pinterest. Dengan bantuan Pinterest, aku yakin bisa bikin mereka lebih senang terima oleh-olehku. Dengan biaya yang lebih murah pula.

Lihat ini:

image

Permen coklat rupa-rupa bisa ku-repack di wadah plastik serupa ini lalu di-seal dengan kertas karton bertulis ‘From Kuala Lumpur With Love’. Bisa juga diisi dengan non-makanan seperti:

  • 1 gantungan kunci
  • 1 magnet kulkas

Print gambar landmark Malaysia seperti Petronas Tower di sealer-nya.

Tadi sudah kusebut soal biskuit kan? Biskuit yang kubeli di KL itu enak. Waktu itu nggak terpikir untuk me-repack di wadah seperti foto berikut supaya lebih banyak orang yang bisa merasakan. Bisa kubuat sendiri dari kertas minyak. Di kartunya bisa ku-print ‘A Taste Of Malaysia’.

image

Dikemas manis seperti itu, pantes dibagi satu orang satu. Kalau kurang, gabungkan:

  • 1 kemasan plastik permen coklat
  • 1 kemasan kertas minyak biskuit
  • 1 lagi barang lain (seperti Pringles ukuran kecil)

Masukkan di wadah seperti ini:

image

On second thought, dengan wadah ini, nggak malu-maluin lah kalau kita isi dengan produk sachetan Nestle Malaysia atau berbagai variasi produk coklat Cadburry. Pastikan aja produk-produk pilihan kita itu nggak dijual disini.

TANDA MATA PESTA ATAU PERAYAAN

Adikku nyiapkan bingkisan yang nilainya >Rp100.000 per tas untuk teman-teman sekelas ponakan ketika dia disunat. Isinya peranti plastik dan snack rupa-rupa. Tasnya mahal. Ini belum bingkisan untuk guru-guru, tetangga dan saudara. Isinya ayam bakar utuh, roti-rotian dan handuk. Plastik kemasan handuknya aja Rp10.000 per biji. Tasnya tas berkatan yang kualitasnya paling bagus, paling mahal.

Yang lebih terjangkau pun masih butuh biaya yang bikin aku takjub. Seperti adik ipar yang menghabiskan >2 juta untuk tas bingkisan ulang tahun ponakan. Ini playgroup, teman-temannya belum banyak. Tas, nasi kotak dan snack-nya pun beli di sekitar rumah.

Kenapa harus satu tas?

Ideku adalah kecilkan ukuran buah tangan tapi tambah manfaat dan kesannya sekaligus kurangi sampahnya sebisa mungkin. Coba lihat ini.

image

Ini ide sederhana yang istimewa: bahan-bahan 1 gelas coklat panas plus gelasnya sekalian yang dikemas dengan nama Snowman Soup! Ditambah pantun, warnanya serasi, gelasnya lucu, siapa yang nggak mau?

Kalau ingin yang lebih akrab buat orang kita, ganti dengan:

  • cangkir atau mug
  • sendok kecil buat ngaduk
  • teh Tong Tji serbuk
  • gula batu
  • sebatang kayu manis.

Variasi lain:

  • sesachet teh celup
  • sesachet madu
  • sebuah jeruk nipis
  • seplastik kecil gula merah

Pokoknya yang dapat tinggal tuang, tambah air panas, jadi. Pastikan takarannya pas. Kesulitan memvisualisasi? Lihat ini.

image

Untuk bingkisan berupa barang, saranku pilih barang-barang berukuran kecil tapi unik seperti:

  • pensil yang ada kepalanya
  • dudukan foto (bukan pigura)

Pikirkan barang-barang unik seperti yang banyak kita temui di Bali. Dikemas dalam kantong plastik pun bisa kelihatan menarik. Asal kita nggak malas memikirkan kata-kata ucapan, bikin template dan nge-print tag seperti di foto ini.

image

Nggak suka plastik, banyak alternatif lain yang bukan tas. Pikirkan kantong atau pouch. Aku yakin dengan sedikit uji coba kita bisa bikin sendiri atau cari tukang jahit rumahan yang mau ambil orderan bikin kantong-kantong kecil seperti ini.

image

Aku nemu ide kantong yang lebih sederhana dari ini, tapi untuk memastikan kepantasannya kita harus berpikir lebih keras; mencari bahan kain yang nggak biasa seperti bahan karung, hiasannya juga yang nggak biasa seperti stamping, jepit jemuran kayu dan tali jerami. Mungkin bisa diganti bros?

image

Kuulangi lagi rumusku. Kecilkan ukurannya tapi tambah manfaat dan kesannya sekaligus kurangi sampahnya sebisa mungkin. Dengan bungkus lucu, yang terima–terutama perempuan dan anak-anak–nggak begitu peduli dengan isinya.

BUAH TANGAN NON-HAJATAN

Aku besar di keluarga besar yang punya kebiasaan ngasih tamu sesuatu untuk dibawa pulang meski nggak ada hajatan. Ada juga orang-orang yang nyiapkan buah tangan untuk tamu yang datang thilik bayi. Untuk tuntutan sosial seperti ini menurutku nggak perlu menyiapkan sesuatu yang makan waktu dan tenaga. Aku juga akan menghindari buah tangan berupa masakan untuk mengurangi kerepotan. Mereka kan datang sewaktu-waktu. Aku akan milih barang-barang rumah tangga yang bisa beli lusinan dan dimasukkan amplop seperti:

  • serbet yang bisa digantung
  • pelindung tangan untuk ngangkat panci panas
  • centhelan berperekat
  • busa cuci piring
  • taplak meja kecil
  • sarung bantal kecil
  • pembuka tutup botol
  • pisau dapur kecil
  • dompet koin
  • alas gelas
  • suthil kayu

Atau beli semuanya masing-masing selusin dan suruh para tamu milih sendiri. Kupilih barang yang bisa masuk amplop supaya bungkusnya bisa kusiapkan dalam jumlah banyak jadi tinggal masuk-masukkan. Seperti ini:

image

Gimana? Cukup keren?

Bagian#3 akan ku-publish minggu ini. Nggak lazim buat orang kita tapi favoritku karena hampir nggak ada yang terbuang dan hanya orang-orang thoughtful dan kreatif yang bisa bikin. Gift basket.

Catatan: Aku melakukan ‘dosa’ besar dengan nggak ngasih kredit ke pemilik foto-foto yang kupakai disini dan nggak menyediakan link ke sumber pertama. Aku sudah berusaha mencari lagi foto-foto ini di Pinterest. Nggak nemu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s