25 Cara Merasa Kaya

Perasaan tak berdaya yang selalu ngikut saat kita terpaksa mengekang banyak keinginan karena uangnya nggak ada 3 kali sangat tidak menyenangkan bukan? Bertahun kucoba berbagai cara untuk mengalahkan perasaan itu karena aku benci jadi pemarah di saat sempit.

Berikut 25 cara yang sangat membantuku. Gampang, bisa dilakukan tanpa nunggu penghasilan nambah dan efeknya instant! Khusus buat perempuan. Bapak-bapak dan remaja putra langsung aja ke bagian bawah.

image

  1. Mandi wangi. Cari sabun cair, shampooconditioner, body lotion, body talc dan body mist paling wangi yang sanggup kita beli. Favoritku merk Enchanteur. Agak sulit dicari.
  2. Bikin acara minum teh. Sore-sore. Lebih bagus dengan camilan buatan sendiri seperti Bakwan Tahu atau Martabak Mi. Kalau males, beli Roti Marie atau Biskuit Roma Kelapa.
  3. Tamatkan buku bagus. Pinjam atau download dari internet. Cari yang membuka mata, ngasih insight atau nambah ilmu. Favoritku novel sastra, detektif, sejarah atau yang mengangkat isu sosial.
  4. Nonton acara dokumenter atau yang sangat kreatif di TV. Beberapa tahun lalu ada acara yang me-review mobil, produksi Inggris, lupa diputar di stasiun TV mana. Pembawa acaranya 3 laki-laki, nggak ada yang ganteng. Suatu kali mereka membandingkan kegesitan 2 city car dari 2 produsen yang berbeda. Tahu caranya? Bikin pertandingan bola. Yang main 2 mobil tadi, dalam kesebelasan; 11 mobil X versus 11 mobil Y.
  5. Masak makanan <30 menit favorit keluarga. Hanya dengan modal bumbu, bisa bikin senang orang banyak. Bikin sambel, dimakan dengan Nasi Panas dan Tempe Goreng sambil ngobrol.
  6. Nata isi lemari. Keluarkan semuanya. Tata lagi. Baju kerja dan pesta kugantung, kukelompokkan berdasarkan warna. Kerudung juga. Sisanya kulipat dengan padanannya supaya cukup sekali ambil saat mau pakai. Yang jarang dipakai taruh di bagian atas, biar terpakai.
  7. Setrika sambil merencanakan pakaian sak aksesorisnya buat seminggu. Setrika yang licin. Baju dan kerudung padanannya di satu hanger. Brosnya kupeniti di bajunya. Kalung atau gelang kugantung di hanger-nya sekalian. Coba padu-padan yang nggak biasa biar isi lemari dan koleksi aksesoris terpakai semua.
  8. Jahit baju atau tas yang robek. Jahit baju yang sum-suman atau kancingnya lepas. Atau betulkan sling tas kain/parasut yang lepas karena jahitannya kendor. Embellish tas yang lepas bisa dilem lagi sendiri atau ganti dengan bros. Kalau yang bermasalah resleting-nya, bawa ke tukang jahit rumahan. Ongkosnya nggak akan lebih dari Rp10.000.
  9. Dandani kamar. Ubah posisi perabotan. Kalau nggak mungkin, serasikan sprei dan kordennya. Coba mix & match-kan sprei dan sarung bantal. Sprei dan korden cuma punya satu? Kurangi barang atau tata di bawah kasur. Tumpuk buku jadi meja kecil, taruh bunga atau daun dalam botol di atasnya. Konsultasi ke Mbah Google, cari ide-ide sederhana.
  10. Berkunjung ke rumah teman, tetangga atau kerabat. Yang kumaksud orang-orang yang lihat wajah dan dengar suara kita aja dah senang. Lebih bagus lagi kalau nyambung, bisa ngobrol berlama-lama. Bukan kunjungan karena kewajiban moral atau setor muka seperti unjung-unjung Lebaran.
  11. Memecahkan masalah orang lain. Ketua Dasa Wisma bingung cari emcee buat acara arisan, adik butuh orang yang bisa momong anaknya selagi dia ngejar deadline, teman kerja butuh orang untuk presentasi atau bikin proposal gratisan, meliburkan pembantu yang kecapekan karena lembur rewang di rumah lain, sepupu butuh tenaga untuk acara Yasinan. Menjadi solusi masalah orang lain adalah doa.
  12. Memakai parfum di rumah. Ketika kita wangi, meski hanya berdaster dan rambut dikucir kuda, you’ll feel good about yourself. Banyak kok yang <Rp300.000. Kalau masih kemahalan, beli bibitnya.
  13. Bertanam dan berkebun. Idealnya tanaman berbunga atau yang bisa dimanfaatkan seperti sayuran dan buah-buahan. Sayangnya nggak semua orang disukai tanaman. Aku salah satunya. Favoritku Sirih-Sirihan. Ditaruh di air aja tumbuh.
  14. Habiskan 1-2 jam dengan batita. Mereka belum terpengaruh iklan. Bayi <1 tahun di-kudang aja dah senang. Ada juga yang senang sekali diangkat tinggi-tinggi ke udara. Bayi<2 tahun digendong ke tempat ramai cukup. Anak 3 tahunan ajak ke playground atau naik Odong-Odong atau belikan penthol. Girangnya anak kecil itu obat buat perasaan tak berdaya orang dewasa.
  15. Berburu barang bekas dan hadiah. Aku harus ngomong agak panjang di bagian ini. Barang-barang berumur pendek atau nggak heavy-duty seperti perlengkapan bayi atau barang pecah-belah untuk pesta, kondisi bekasnya nggak jauh dari kondisi barunya. Padahal harganya kebanting. Kalau mau repot cari, bisa dapat segala macam barang bagus dengan harga bekas. Seperti di garage sale-ku (lebih tepatnya moving sale). Aku terpaksa njuali barang-barang bagusku karena di rumah yang akan kutinggali dah nggak ada tempat. Dimana-mana juga ada giveaway; hadiah dengan imbalan mem-follow satu blog/akun Instagram atau nge-like satu page di Facebook. Page Villa Wijaya 8 salah satunya. Blogger-blogger Amerika ngasih barang-barang keren nggak pasaran di program giveaway mereka (sayangnya kebanyakan hanya berlaku untuk penduduk Amerika). Ini belum program promosi produk baru atau start-up bisnis baru. Karena rajin baca SMS iklan Telkomsel, bulan kemarin aku bisa dapat paket data yang biasa kubeli dengan selisih hampir Rp25.000.
  16. Memanfaatkan barang tak terpakai. Plastik undangan mantenanku 4,5 tahun lalu masih kusimpan karena sisa banyak. Bisa bayangkan senangnya hatiku nggak perlu beli plastik saat aku butuh buat ngemas kerudung dan aksesoris jaman gadisku yang kujual semuanya bulan lalu?
  17. Mengoleksi dan memajang koleksi. Ada fungsi terapi dalam melihat dan menata koleksi. Apapun itu yang kita koleksi. Hakikatnya kekayaan adalah ‘punya dalam jumlah banyak’ kan? Apa bedanya dengan hakikat koleksi? Ini taktik jitu untuk mengalihkan pikiran dari isi dompet dan saldo rekening. Works like a charm!
  18. Memuji hasil kerja orang lain. Kenapa bukan memuji kecantikan, ketampanan, penampilan atau barang orang lain? Karena hasil kerja yang paling lemah kaitannya dengan kekuatan uang seseorang. Cantik/ganteng apalagi penampilan butuh biaya. Muji barang orang sama aja dengan muji purchasing power-nya. Pikir aja sendiri, dimana efek terapinya buat kita yang lagi sempit?
  19. Koleksi foto yang memuaskan passion. Pengagum barang antik, koleksi lah foto barang antik. Pecinta traveling, ayo upload foto tempat menarik di seluruh dunia. Fashion freak, kumpulkan foto-foto dari Jakarta/Paris/London Fashion Week. Passion-ku di desain. Aku ngoleksi foto ruangan dan rumah. Ribuan. Kalau itu memang passion kita, percayalah, lihat gambar-gambarnya aja hati dah senang. Kalau sampai dengan lihat gambar-gambarnya malah merasa sumpek karena nggak sanggup beli, berarti bukan passion. Itu kepingin.
  20. Belajar keahlian baru. Kata kuncinya ‘keahlian’, bukan ‘pengetahuan’. Jadi nggak harus sekolah lagi atau ambil kursus. Bisa diganti dengan Internet dan kemampuan Bahasa Inggris. Sejak berhenti ngajar aku belajar nulis, desain, fotografi dan dekorasi. Yang sudah kelihatan hasilnya: interior rumah kontrakanku dan profil yang kubangun di media sosial.
  21. Menjual barang-barang tak terpakai. Dari koleksi kerudung dan aksesoris jaman gadisku yang bertahun nggak kupakai, aku bisa ngumpulkan Rp465.000. Lebih-lebih aku nggak suka nyimpan-nyimpan barang nggak terpakai. Efek terapinya dobel!
  22. Makan mie instant pedas-pedas ditemani teh panas-panas. Yang ini silakan langsung dicoba aja sendiri.
  23. Berdua-duaan. Ketika hati kita tenang karena telah menemukan pasangan hidup, hal-hal terhakiki dari hidup sesungguhnya sudah ada di genggaman. Jadi dalam keadaan sempit, ingatkan otak akan hal itu dengan berdua-duaan. Hanya dengan berjalan berpegangan tangan, berpelukan, efek terapinya sudah luar biasa.
  24. Menghitung dan membelanjakan uang receh. Jadi kumpulkan uang receh. Satu koin 500-an nggak ada artinya, tapi 20 koin 500-an? Bisa buat beli mie instant dan teh celup buat dinikmati berdua di rumah.
  25. Bersedekah. Bermurah-hati di saat sempit memberikan perasaan kuat dan berdaya. Kuat mengalahkan ketakutan kekurangan dan berdaya bisa membantu orang lain. Tidak harus uang. Waktu nata lemari, sisihkan baju-baju yang sudah nggak bisa atau nggak mau lagi kita pakai. Cari orang yang dengan senang hati menerimanya. Bantu orang lain dengan keahlian yang sedang kita pelajari. Beli air mineral botolan dingin dengan uang receh yang kita kumpulkan. Kasih satu botol dan 2 koin 500-an untuk pengemis yang datang ke rumah. Memberikan pujian pada orang yang diremehkan yang sedang berjuang memperbaiki kehidupannya sedekah juga bukan?

Cara (Merasa) Kaya Bagi Para Lelaki

Cari perempuan yang mau melakukan ke-25 hal di atas buat dijadikan istri.

Advertisements

2 thoughts on “25 Cara Merasa Kaya

  1. Miiss Riin..
    Sungguh merasa kaya itu ternyata dari hati yaa..
    Cara kita memahami dari mana kita melihat masalah.

    Bennerr. .
    Kita memberi tdk harus selalu uang.

    Banyak banyak baca dan nulis sama miss Rin niih…
    Kerreen bangeett.

    Self enlighten!

    1. Menulis punya kekuatan luar biasa, Len. Meski nggak ada yang baca apalagi menghasilkan uang, selama orientasi kita adalah jadi manfaat buat orang lain, kita tetap dapat berkahnya. Blogku ini dah nolong aku keluar dari depresi, bikin aku merasa berguna meski nggak kerja dan belum ada anak.

      Kamu malah lebih bagus lho dibanding aku. Kulihat post-mu tentang seminar pornografi Elly Risman kemarin di-view 28 orang padahal kamu baru aja mulai. Post-postku (kecuali yang tentang kehidupan pribadiku) nggak sampai segitu yang nge-view kecuali 5 Cara Mengoleksi Sambil Berhemat.

      Jadi tekuni terus blogmu. Bisa buat modal nulis buku. In syaa Allah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s