5 Cara Mengoleksi Sambil Berhemat

I love collecting. Andai disposable income kami >Rp10.000.000 per bulan, aku akan serius membangun koleksi barang-barang vintage dan barang artisan. Kalau 10 kali lipatnya, ngoleksi barang antik. Percaya nggak percaya benda-benda ini punya jiwa. Di level perasaan beda dengan barang baru apalagi barang pabrikan yang diproduksi massal.

Disposable income suamiku nggak segitu. Sering nggak sampai disposable malah. Habis terpakai hingga receh terakhir. Tapi justru karena nggak sanggup ngoleksi barang vintage apalagi antik itulah aku nemu cara untuk tetap nuruti kecintaanku mbangun koleksi. Yang kusadari setelah jadi ibu RT, koleksiku bukan cuma nyenangkan hatiku tapi juga mangkas pengeluaran. Nggak perlu lagi beli pajangan, vas bunga, hiasan kado dan 1/4 dari barang-barang dapur. [Waktunya seorang ibu RT untuk berteriak, “Eureka!”]

image

1#Koleksi Barang Gratisan

Banyak. Mulai dari suvenir mantenan sampai hadiah promosi produk atau tempat belanja seperti Indomaret. Buat yang muslim dan Jawa, ada tahlil dan 1001 syukuran/selamatan yang ngasih kita tas berkatan, baskom plastik sampai barang pecah-belah buat dibawa pulang. Buat yang rutin nginap di hotel atau bikin acara di hotel, bawa yang memang boleh dibawa pulang seperti toiletries, slippers, tissue, permen, ballpoint, note, air mineral.

Koleksi suvenir mantenanku kupajang di cermin lawasan di ruang kerja. (Foto koleksi Rumah Barang Tinggalan)
Koleksi suvenir mantenanku kupajang di cermin lawasan di ruang kerja. (Foto koleksi Rumah Barang Tinggalan)

Juga kuperhitungkan untuk koleksi: barang-barang sisa. Setiap beli/dapat sesuatu pasti ada wadahnya, ada tasnya. Meski wadahnya cuma kardus, tasnya cuma tas kresek. Aku mengoleksi barang-barang seperti ini. Kupilih yang terbuat dari beling, kertas tebal atau kertas cantik seperti doily yang biasa dijadikan alas kotak jajan, pita, bead termasuk sisa kain, sisa kertas kado; makin tinggi jam terbang ngoleksiku, makin banyak yang bisa kukoleksi. Tas kresek pun, selama nggak bolong atau kotor, kukumpulkan. Cuma botol air mineral yang kubuang.

Hiasan kembangnya kubuat dari kertas sisa, tas berkatan dan sisa hiasan parcel. (Foto koleksi Rumah Barang Tinggalan)
Hiasan kembangnya kubuat dari kertas sisa, tas berkatan dan sisa hiasan parcel. (Foto koleksi Rumah Barang Tinggalan)

Kalau bingung buat apa ngoleksi barang-barang seperti itu, baca Cara#2.

2#Kumpulkan Dalam Jumlah Banyak

Agak sulit memanfaatkan satu batang lidi. Kecuali kalau kita jualan makanan yang dibungkus daun pisang. Tapi lidi dalam jumlah banyak–sapu lidi–semua orang bisa pakai. Buat nyapu halaman, nguras bak mandi, merapikan tempat tidur sampai buat tusuk sate. Begitu juga dengan barang gratisan dan barang sisa tadi. Kardus snack bisa buat kerajinan tangan yang butuh kertas karton. Selama jadi guru Bahasa Inggris, aku butuh kertas tebal buat flashcard dan hiasan bulletin board. Kenapa nggak pakai kertasnya kardus snack? Aku tahu seorang ibu yang ngumpulkan kardus susu anaknya. Dia terima pesanan kue. Dia pakai buat ngemas kue buatannya. Atau contoh remeh lain: tas kresek. Kalau cuma satu paling buat sampah tapi dalam jumlah banyak bisa buat bikin bantal kursi tamu sendiri. Tas kresek yang jadi isinya, nggantikan busa atau kapuk. Apa ada yang pernah terpikir untuk ngoleksi botol sirup selain buat wadah air putih di kulkas?

Botol bagus buat vas bunga tapi harus dalam jumlah banyak. (Foto dari Country Living)
Botol bagus buat vas bunga tapi harus dalam jumlah banyak. (Foto dari Country Living)

Jangan meremehkan satu barang hanya karena kita nggak cukup kreatif untuk memanfaatkannya. Sering kita harus punya dalam jumlah banyak dulu sebelum lampu ide bisa nyala. Rajin-rajinlah browsing di internet, ambil ide orang lain. Coba langganan Hometalk, situs yang mengkompilasi ide-ide DIY se-Amerika Utara buat memperindah rumah. Ide buat piring pecah pun ada di situs ini.

Botol You C-1000 bisa buat wadah minuman serving size. Tinggal nambah sedotan dan sedikit hiasan bisa dipakai untuk acara pesta. (Foto koleksi Rumah Barang Tinggalan)
Botol You C-1000 bisa buat wadah minuman serving size. Tinggal nambah sedotan dan sedikit hiasan bisa dipakai untuk acara pesta. (Foto koleksi Rumah Barang Tinggalan)

3#Organisasikan Penyimpanannya

Kumpulkan dalam jumlah banyak, tapi pastikan penyimpanannya terorganisasi dengan baik. Kalau semua dicampur di satu wadah atau di kardus, ditumpuk-tumpuk, disimpan di gudang atau di tempat lain yang nggak kelihatan mata setiap hari, mending di-rombeng atau disedekahkan. Yang kumaksud dengan terorganisasi:

  • Kumpulkan dan simpan per tipe. Kardus snack di satu tempat, tas berkatan di tempat lain. Kalau sudah terkumpul banyak sekali, bisa disortir berdasar warna. Botol di satu tempat, gelas di tempat lain. Tas kresek di satu tempat, paper bag di tempat lain. Pemotong kuku di satu tempat, gantungan kunci di tempat lain.
  • Taruh di ruangan yang mendorong pemanfaatannya. Tas kresek paling banyak dipakai di dapur, taruhlah di dapur. Koleksi paper-bag-ku kutaruh dekat lemari karena dua ponakanku butuh untuk bawa baju ganti dan baju kotor. Koleksi gantungan kunciku kutaruh di tempat kunci. Koleksi wadah toiletries ukuran mini dari hotel kusimpan dalam pouch toiletries yang kudapat dari rumah sakit (alm. ibuku bolak-balik masuk rumah sakit) lalu kutaruh di kamar mandi.
  • Untuk koleksi-koleksi yang belum tahu mau dipakai buat apa, taruh di satu ruangan khusus. Kalau nggak memungkinkan, di satu atau beberapa rak. Sebisa mungkin rak terbuka. Koleksi-koleksi yang nggak sedap dipandang mata seperti koleksi kardus snack bisa disimpan di wadah lain seperti dalam wadah rotan sisa parcel/seserahan, kardus sepatu atau kaleng yang dilapisi kertas kado bahkan toples–be creative–sebelum ditaruh di rak (ngoleksi barang-barang yang bisa jadi wadah/organizer adalah favoritku).
Rahasia ngoleksi barang 'sampah' tanpa kelihatan seperti tukang rombeng ada di strategi penyimpanannya. (Foto tidak diketahui sumbernya)
Rahasia ngoleksi barang ‘sampah’ tanpa kelihatan seperti tukang rombeng ada di strategi penyimpanannya. (Foto tidak diketahui sumbernya)

4#Koleksi Sambil Pakai

Jangan cuma disimpan buat dhuwe-dhuwean kalau Orang Jawa bilang. Atas alasan itulah aku segera mengeluarkan suvenir mantenan secantik apapun kemasannya. Segera setelah isinya habis, pakai botol untuk wadah air atau wadah sabun cuci piring. Dapat mug lucu ya dipakai buat ngopi atau naruh alat tulis. Dapat gantungan kunci ya dipakai buat nggantung kunci. Koleksi gelas suvenir mantenan bisa buat nyetak agar-agar atau Cheesecake, bisa langsung dimakan dari tempatnya. Setiap mudik atau traveling beberapa hari, aku/suami nggak perlu beli toiletries baru atau dimasukkan tas kresek. Aku pernah cari di mall. Harga pouch dan botol-botol toiletries ukuran mini buat traveling bikin tekanan darahku naik. Disinilah peluang berhematnya.

Bila kita terbiasa memanfaatkan sesegera mungkin, mengorganisasi penyimpanannya, meletakkannya di tempat yang terlihat mata setiap hari, secara otomatis kita membuat catatan mental tentang barang-barang yang nggak perlu kita beli. Karena kita sudah punya atau karena bisa dengan gampang kita dapatkan secara gratisan. Contoh lain: gunting kuku. Aku dapat banyak dari mantenan. Atau barang pecah-belah untuk pemakaian sehari-hari. Almarhum ibuku ngumpulkan banyak dari Indomaret. Jadi aku bisa konsentrasi di beli barang pecah-belah untuk acara-acara istimewa.

Cara berhemat lainnya adalah membeli barang-barang yang bisa dipadu-padankan dengan koleksi gratisan kita atau yang memperkaya koleksi yang sudah kita punya. Setelah sekian tahun mengoleksi barang pecah-belah gratisan, sebagian besar ternyata beling bening. Aku akan milih barang-barang yang sama beling beningnya atau hitam atau putih atau keperakan yang bagus dipadu-padankan dengan beling bening. Andai sebagian besar bercorak gambar bunga-bunga ya kubeli yang bergambar bunga-bunga juga. Atau sebagian besar berwarna pastel, yang kubeli yang berwarna pastel aja. Contoh lainnya lagi. Almarhum ibuku ngoleksi selendang dan kain. Sebagian besar kain etnik. Kukumpulkan buat headboard, taplak, sarung bantal kursi tamu dan selambu untuk rumah impianku. Jadi mulai sekarang aku hanya membeli selendang dan kain etnis, bukan pop art, meski aku suka keduanya. Barang-barang pop art nggak memperkaya koleksiku yang sudah ada.

5#Think Out Of The Box

Kalau tujuannya nuruti hobi sambil berhemat, jangan ragu untuk keluar dari kelaziman. Mulai dalam hal jenis barang yang kita koleksi, cara kita menyimpan dan memajangnya, wadah dan media penyimpanan dan display-nya, di ruangan mana kita simpan dan pajang, sampai bagaimana kita memanfaatkan koleksi kita. Kalau harus kurumuskan dengan foto dan kata:

1#Yang layak koleksi dan layak pajang bukan cuma barang mahal
1#Yang layak koleksi dan layak pajang bukan cuma barang mahal. (Foto dari sumber yang tidak diketahui)
2#Kardus bukan satu-satunya tempat untuk menyimpan. (Foto dari Better Homes & Gardens)
2#Kardus bukan satu-satunya tempat untuk menyimpan. (Foto dari Better Homes & Gardens)
3#Rak bukan satu-satunya media untuk memajang. (Foto dari Better Homes & Gardens)
3#Rak bukan satu-satunya media untuk memajang. (Foto dari Better Homes & Gardens)
4#Ruang tamu bukan satu-satunya ruangan untuk pajangan. (Foto dari Better Homes & Gardens)
4#Ruang tamu bukan satu-satunya ruangan untuk pajangan. (Foto dari Better Homes & Gardens)
5#Buat minum teh bukan satu-satunya manfaat cangkir. (Foto dari Better Homes & Gardens)
5#Buat minum teh bukan satu-satunya manfaat cangkir. (Foto dari Better Homes & Gardens)

Uang boleh sedikit. Akal yang harus panjang, ilmu yang harus tinggi.

Yang mau tanya-tanya–relevan maupun nggak relevan–langsung aja ketik di form berikut. Pertanyaan dan masalah bikin kita pintar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s