10 Things To Do In Pacet: A Review

“A business that makes nothing but money is a poor business”

-Henry Ford

Kalau bukan karena rumah warisan, Villa Wijaya 8 nggak akan pernah ada. Setelah takdir menempatkan satu unit usaha di tanganku, sekarang ingin kupastikan tamu-tamu yang datang ke Pacet dan menginap di Villa Wijaya 8 merasa bahwa nilai yang mereka dapatkan melebihi uang yang mereka keluarkan. Ini penting buatku.

6 bulan ini aku mengiklankan Villa Wijaya 8 di Facebook. Juni lalu kutulis post 10 Things To Do In Pacet:

  1. Kungkum air panas
  2. Tidur angler
  3. Makan-minum yang anget-anget
  4. Selfie di backdrop sawah/kali/air terjun
  5. Kulakan selada, pakis dan sop-sopan
  6. Njajan Penthol Bakar
  7. Ke pasar buat olahraga jantung
  8. Cari bunga liar buat dibawa pulang
  9. Tidur lagi
  10. Trekking

Daftar things-to-do yang sangat tidak menarik (kecuali untuk ibu-ibu 67 kg yang bermasalah dengan traveling). Kususun bermodal pengetahuan umumku tentang Pacet. 3 dari 7 belum pernah kulakoni sendiri sampai Agustus kemarin. Di postingan ini aku ingin menebusnya.

Di jalan menuju Padusan

Sumber Air Panas masih jadi atraksi utama Pacet. Orang asli Pacet menyebutnya Padusan. Sangat family-friendly. Disesaki pengunjung pada akhir pekan lebih-lebih long weekend. Ada kolam air panas alami dan air terjun kecil. Pemandangannya bagus meski ada spot yang sangat mengganggu; ditimbuni sampah. Anak-anak bisa keliling area Padusan di atas kuda; Rp25.000 untuk 1-2 anak per satu putaran. Hasil bumi khas Pacet seperti Pakis, Wortel, Ubi Manis buat oleh-oleh ada semua di lokasi ini. Keluarga dengan anak-anak kecil bisa seharian disini.

Kolam Air Panas dilihat dari parkiran mobil. Jauh lebih kecil dari yang kubayangkan.

Yang mengejutkanku, pengunjung 4 kali dikutip uang. Pertama: saat masuk dengan kendaraan; Rp12.500 per orang dewasa untuk mobil, anak-anak gratis. Kedua: saat masuk kolam air panas; Rp10.000 per orang. Ketiga: saat masuk area air terjun; Rp7.500 per orang. Keempat: saat parkir; Rp15.000 per mobil (bonus cuci mobil tapi cuci mobilnya wajib). Kuhitung-hitung, keluarga dengan dua anak harus menyiapkan 100 ribuan untuk tiket masuk dan parkir. Belum jajan dan oleh-olehnya. Anak-anak yang sangat menikmati kunjungan ke Padusan.

Panorama depan loket masuk air terjun di Padusan

Buat orang dewasa dan orang tua seperti almarhum bapak-ibuku, daya tarik Pacet ada di pemandangan, hawa sejuk dan kualitas airnya. Soal fasilitas dan point of interest, jangan samakan dengan Batu atau Puncak. Pacet kota kecil. Sebegitu kecilnya, alun-alunnya lebih pantas disebut taman. Bikin penjual Penthol Bakar yang berderet di salah satu sisinya jadi menculekculek mata saat kita memasuki kota. Kita nggak akan nemu ATM BCA di Pacet.

Jangan kecewa dulu.

Menghabiskan waktu di Pacet bisa jadi obat untuk kepenatan tubuh dan jiwa menghadapi tekanan hidup di kota besar. Juga tempat untuk bonding dengan keluarga. Jadi jangan cari tempat menginap yang dilengkapi karaoke dan TV kabel. Matikan aja TV. Juga jangan menginap di tempat-tempat yang saat kita noleh kiri/kanan/depan/belakang, yang kita lihat cuma tembok. Kalau bisa tinggalkan laptop, tablet, i-pad, PS, video games di rumah. Bawa smartphone pun jangan habiskan waktu untuk online (Catatan: ini tidak berlaku hanya bagi mereka yang butuh menyendiri untuk merampungkan bukunya).

Villa Wijaya 8 adalah rumah di sebelah kiri.

Pacet adalah tempat untuk makan bersama keluarga, menikmati minuman hangat sambil ngobrol, jalan kaki menyusuri jalan setapak, merasakan tidur yang sebenar-benarnya tidur dan mandi yang sebenar-benarnya mandi. Kualitas udaranya nggak bisa ditandingi AC. Kualitas airnya nggak bisa ditandingi air PDAM Surabaya atau Sidoarjo. Kualitas tanahnya juga.

Ibuku pernah pulang dari Pacet membawa beras tanpa merk. Beli langsung dari yang nanam. Aku belum pernah merasakan nasi seenak itu seumur hidupku. Aku sendiri pernah beli ubi manis langsung dari petaninya. Kugoreng seperti French Fries, dicocol mayonnaise. Suamiku teringat-ingat sensasinya sampai sekarang. Ubi Pacet manis dan empuk.

Meski harga sayur-mayur di Pasar Pacet nggak selisih jauh dengan pasar-pasar Surabaya, aku tetap menyarankan berkunjung ke pasar. Senang aja lihat sayur-mayur segar dalam jumlah berlimpah.

Panorama di depan Villa Wijaya 8

Pacet bukan tempat wisata budaya seperti Jogja, wisata kuliner & shopping seperti Bandung atau wisata amusement park seperti Malang. Pacet menyediakan wisata alam. Tempat untuk eye feast yang jarak tempuhnya hanya 1.5 jam dari Surabaya dan nggak bisa ditandingi hotel berbintang di kota besar.

Untuk mengganti daftar things to do di atas, berikut rekomendasiku yang akan memastikan sebesar-besarnya nilai dari uang yang kita keluarkan.

  1. Sampai di Pacet sebelum matahari tenggelam. Jangan lewatkan pemandangan sepanjang jalan menuju Pacet demi mood refreshing dan recharging-nya.
  2. Cari tempat menginap yang ngasih pemandangan alam dan dilengkapi dapur.
  3. Masak sendiri; makan di luar cukup 1-2 kali. Masakan-masakan sederhana yang siap dalam 30 menit seperti mi instant dan Nasi Penyetan pun terasa enak di Pacet.
  4. Bawa kopi, teh dan susu coklat sachetan. Siapkan minuman hangat–lebih bagus dengan camilan–tiap pagi dan petang.
  5. Bangun pagi. Yang nggak suka trekking bisa ke pasar. Yang nggak suka ke pasar bisa minum teh atau kopi di teras.
  6. Lebihkan tidur dengan tidur lebih awal atau tidur siang. Yang nggak biasa tidur siang pun biasanya ngantuk di Pacet.
  7. Hindari Padusan pada saat long weekend. Lebih baik dijadwal ulang.
  8. Bawa handuk tebal, sabun, shampoo, body lotion yang ekstra melembabkan dan ‘wanginya sampai ke Medan’. Lupakan mandi dengan air hangat. Air Pacet nggak terlalu dingin. Asal bukan mandi tengah malam.
  9. Pergi berburu spot berfoto jalan kaki. Di tempat-tempat ramai seperti Padusan, jelajahi semua sudutnya. Spot yang bagus biasanya malah yang nggak dipadati pengunjung.
  10. Pacet punya backdrop alam buat ngasah skill fotografi. Beberapa tempat bahkan pre-wed worthy. Sayang kalau hanya buat selfie dengan pose yang itu-itu saja. Kalau perlu bawa prop dan kostum.Di belakang Pasar Pacet

Sebagai seorang pemilik salah satu rumah liburan disana, aku harus lebih meng-explore Pacet. Di daftar PR-ku ada review tempat-tempat makan di Pacet, Air Terjun Cangu, Ubalan, pesta kebun dan belajar fotografi.

Aku ingin membangun bisnis yang kaya, yang nggak hanya menghasilkan uang.

Ada usul tentang apa yang harus ku-explore dan ku-review?

Advertisements

4 thoughts on “10 Things To Do In Pacet: A Review

  1. Ketika masuk ke Pasar Tanjung, Langsung kepikiran Pacet, Why ? ya karena sayur mayur yang dijual pasti import dari wilayah pacet dan sekitarnya.
    Soal Pentol bakar, istri dan adikku cewe yang paling nge fans (ada penggemar sendiri)
    Beberapa hari yang lalu, sewaktu pulang dari kerja (jam 6 malam), Lampu di kota pacet terlihat jelas dari pintu masuk perumahan, Wow, City of lights

    1. Gin, setelah kubaca berulang, aku nggak suka baca gaya tulisanku di post ini. Kesannya ditulis anak SMA. Ini baru selesai kurevisi. Tolong dibaca lagi. Aku kesulitan mengiklankan Pacet.

      Thanks for your continuous support, Gin!

    1. Sepertinya aku perlu buka rahasia.

      Post pertama kutulis Maret lalu. 3 bulan kemudian, post itu kurevisi habis-habisan untuk konsumsi facebook. Dari yang tadinya berusaha ngelucu (karena audiens kita mintanya dibikin ketawa), aku banting setir jadi diri sendiri: serius, teguh dan apa adanya.

      Yang ingin kukatakan adalah: gaya menulis dan content yang pas buat kita hanya bisa kita dapatkan dengan terus menulis, dapat dan ngerespon feedback. Nggak ada cara lain.

      Jadi, tulis post pertama and start from there.

      Makasih sebesar Gunung Semeru!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s